Skip to main content

Japan Work Trip (28 Januari - 3 Februari 2013)

Ini adalah work trip terjauh saya. Jepang. Ya, setelah tahun lalu perjalanan menuju negeri Sakura ini gagal karena masalah Visa, akhirnya saya mendapat kesempatan lagi bertolak ke sana.

Kali ini, urusan visa lancar.

Undangan pergi ke sana datang dari Canon. People say, i was so lucky to receive that calling. But I personally say that it was a tough job, with lot of pressure. Saya bahkan ga sempet mikirin bakal mau eksplore tempat mana saja selama di sana or simply what to buy there.

Yang ada di pikiran sebelum berangkat hanya...pertanyaan-2 yg saya siapkan untuk interview dan persiapan materi-2 kerjaan lainnya. Remember, this isn't a holiday. This is a work trip! ^^

But, i would lie if there's no fun upon it. Kalau mau diprosentase.... 30:70 lah. 30 fun-nya, sisanya pressure dan work work work. Haha :D

Di blog ini saya hanya akan nulis soal fun-nya saja ya selama seminggu di sana (5 full days + 2 days for trip).

Let's begin with..


#Japan day 1

Perjalanan dari Soekarno Hatta, Jakarta menuju Narita, Tokyo memakan waktu sekitar 6 setengah jam. It was direct flight using Garuda Indonesia airlines.

Berangkat tengah malam, pesawat yang kami tumpangi sangat2 lowong. Beberapa penumpang memanfaatkannya untuk tidur di 3 seat dg enaknya. Mau pindah-2 seat juga gak dilarang. Tapi mengingat di penerbanhgan sebelumnya, temen di sebelah saya pernah ga mau tuker tenpat dg alasan, "nanti kalo crush, nomor seat penting untuk identifikasi (jasad) penumpang, jangan sampai saya 'tertuker' dg kamu. Since that

Dan seumur-umur, saya baru lihat korannya Yasuhiro di sini. Doi emang kerja di Jakarta Shimbun. Tapi saat saya ke Jepang, dia masih nyangkut di Filipin. Kami udah pernah bahas ini sebelumnya, dan no problem.

Oke, lanjut. Selama di Jepang kami menginap di Cerulean Tower Tokyu Hotel kawasan Shibuya. Embel-embelnya adalah a luxury hotel in Tokyo. Namun hanya satu hal yang bagi saya menarik mengenai hotel ini, yakni saya bisa melihat gunuing Fuji dari kejauhan lewat salah satu jendela kamar saya. Seperti ini:



Begitu sampai hotel, bersama rombongan dari negara Asia lain, kami langsung dibawa ke Asakusa, salah satu tempat beribadah penganut agama Budha yang paling terkenal di sana.

ASAKUSA

Cuaca saat itu kira-2 10 derajat Celcius. Along the way to the main temple, di kanan kiri berjejeran toko cindera mata yg menjual pernak-pernik tradisional Jepang. Satu hal yg saya sesali, I didn't spent my single Yen there dg pikiran bahwa saya akan menjumpai toko serupa. I was wrong -______-.

And here you go some pics taken from the place:






(Taken with Sony RX100)

Before went to the hotel, we had shabu-shabu for lunch (I forget the name of the restaurant), but it wasn't too far from the temple.

No work stuff on the first day :). And in the end of the day, Canon took us to Inakaya for dinner.

INAKAYA Roppongi

I won't forget this finest place in town. If u had enough time, do googling about this place. Kalimat yg cocok untuk tempat ini adalah 'strange & unique in a beautiful way'.

Unique? Definitely!

Akiko, tour guide kami awalnya sudah memberi 'peringatan' pada kami bahwa tempat ini akan sangat berisik dengan adanya 'backsound' yang mengagetkan. Tapi justru inilah yang tidak akan membuat kami melupakan tempat tersebut.

Begitu sampai di sana, kami baru ngeh dg maksud Akiko soal backsound tadi. Di Inakaya, sang chef berada di tengah-tengah restoran, sehingga ia menjadi main of attention pengunjung restoran yang jumlahnya memang disengaja tidak terlalu banyak, mungkin sekitar 25 kursi.

Saat itu chef yang kami jumpai badannya gede banget. Curiga dia dulunya pemain sumo *lirik tajam sang koki*

Pun juga dengan pelayan lainnya yang kesemuanya laki-laki. Badannya kekar2. Takut book.

Nah, di sana ada tradisi jika ada pesanan, sang waiter akan meneriakkan  pada koki isi pesanan tersebut. *I mean literally meneriakkan*, di mana dilanjutkan dengan pengulangan yg sama oleh si chef, tak luput dengan volume yg super stereo nan membahana.

Demikian juga saat sang chef menyuguhkan hidangan, ia juga akan berteriak, yang disusul dengan waiter-2 lainnya di mana dengan kompaknya mengulangi kalimat yang sama.

Chef kami saat itu badannya kayak gini, jadi bayangkan saja seberapa 'cethar' teriakannya :p


Begitu terus selama acara makan berakhir, pengunjung restoran akan disuguhi suara-suara luar biasa ini. Penuh energi, fun, dan tentunya one of a kind experience!

Keunikan tidak berhenti sampai di situ. Kebetulan, kami sempat menyaksikan pertukaran shift di sana.

Mereka ternyata punya tradisi sendiri saat pertukaran shift antara waiter-chef ini. Kamipun dilibatkan dalam tradisi ini di mana kami diajari melakukan semacam 'tepuk pramuka' saat mereka berganti tugas. Seru!

Not to mention the good food di sana ya. Oia, saking terkenalnya Inakaya, sejumlah seleb Hollywood ternyata suka makan di sini kalau lagi pas di Jepang, termasuk Tom Cruise dan Lady Gaga.

Di tempat ini juga saya merasakan dan diajari minum Sake lsg dari Mr Nashimura (Canon Singapura). Kalo untuk urusan pegang stick yg bener, Mr Nozaki lah yang dg sabar ngajarin saya.

According to Mr Nashimura, ada beberapa cara minum Sake. Salah satunya adalah dengan menaruh garam di tangan sebelum menyeruput sake. *Bingung jelasinnya :D Oia, sebelum sake diminum, saya dianjurkan untuk mencium aromanya terlebih dulu, yg memang 'khas' :D

Waktu itu saya memilih memakai masu, wadah sake berbentuk kotak yang terbuat dari kayu khusus. Seperti ini:


Salah satu menunya:


 Some of us busy taking pictures:



Great place, great food, great experience!

**Ujung-ujungnya gak sempet nulis Japan trip per harinya. So I just post the pics instead :p







Comments

Popular posts from this blog

Flashback 2018 - Franz Ferdinand, Boyfriend, to Birthday Blash

So many things last year that I've missed blogging and left undocumented. In beginning of 2018, I started a new job in a new office with bigger responsibility, and it brought tons of challenges at first. I also experienced a massive heart broken, but also found a new lover at the same year. He's super sweet. Every Sunday afternoon he came to my place. We did grocery shopping and he cooked for me :). Also in 2018, I attended Asian Games which was held in Indonesia. I watch 2 tournaments: diving and athletic. It was such a fun time! Later in October 2018, I joined office outing to Bali and it was a good trip and perfect bonding time with my team. Last year also become my remarkable year as exactly on my birthday, me and my friend attended Franz Ferdinand concert at GBK, Jakarta. I've long wanted to see their concert as I missed their performance many years ago when they held their first concert in Indonesia. I was genuinely happy because I didn't expect th...

Malasia Trip - Revisit

Not long after I posted my Malaysia trip that was happened on 2017, I get the invitation to go there again by my friend. Here's my journey story:) Day 1. My flight from Jakarta landed at Kuala Lumpur airport after midnight. At first, I was planned to go to the hotel by KLIA train, but because my flight was delayed for 1 hour and it's already very late, my friend offer to pick me up at the airport and we went straight away to our hotel together by Grab.  (At the airport after I landed, I went straight away to Family Mart and found the FRUIT SANDWICH that I've always wanted. Happy~) Day 2.  In the next morning, we're getting ready to depart to Cherating beach, our primary destination. To go to Cherating, we have to take a bus for 4,5 hours. Btw, my friend booked the hotel near the bus station, so we went to the station just by walk. But first, breakfast. Across our hotel, I saw a street vendor which was surrounded by many people so we decided to take a look...

Off to Gili!

Lombok Island has no shortage of charming beaches, and Gili Trawangan is particularly worth seeking out. In October 2019, I visited there for 4 days.                           Our flight was late arrived in Lombok. We stayed in Hotel Orizatha, Mataram  before heading to Gili Trawangan the next day.  =================== Made some quick stop at several spots on our way to Bangsar harbor. We stopped at Pantai Sengigi and Bukit Nipah to find this absolutely gorgeous view.   To reach Gili Trawangan, we went by speed boad and it takes 15 minutes. The ticket fare is IDR 85K for each.            On that day we really didn’t have any plan, so we started walking arond to get a first impression of Gili. And on second day we stayed in Damai Village Hotel which is so-so as I don't like old building or old vibe.  Thankfully on the 3rd...